Minggu, 28 Maret 2010

EMT, Training Berbuah Puisi Cinta ..

Tadi pas lagi di acara Event Management Training yang diadakan oleh KARISMA ITB untuk para aktivis HIROKOBA , para peserta dikasih kertas yang berisi kata-kata seperti puisi yang diambil dari buku Risalah Pergerakan (kayaknya ..) ..

Sewaktu lagi membaca , tiba-tiba salah seorang pembina sesepuh di KARISMA, sebut saja SK, mengatakan kepada saya dan teman saya (RHN) klo puisi atau kata-kata itu bisa menjadi senjata ampuh buat melamar ke calon mertua .

Otomatis saya bingung , tapi SK memberikan contoh yang kemudian tiba-tiba menginspirasi saya .

Dan seperti terasuki pemikiran dari SK , saya melanjutkan puisi tadi .
Silakan dibaca ,


"Betapa inginnya aku agar orang tuamu mengetahui
bahwa dirimu lebih aku cintai dari diriku sendiri.
Aku berbangga ketika jiwaku gugur sebagai penebus kehormatanmu,
jika memang tebusan itu yang diperlukan.
Atau menjadi citamu, jika memang itu harga yang harus dibayar.


Tiada sesuatu yang membuatku bersikap seperti ini
selain rasa cinta yang telah mengharu-biru dalam hatiku kini,
menguasai perasaanku, memeras habis air mataku,
serta mencabut rasa kantuk dari pelupuk mataku ini.


Sungguh, aku berbuat ini di jalan Allah untuk kemashlahatan kita berdua,
labih banyak dari apa yang aku lakukan untuk kepentinganku semata.
Aku adalah milikmu wahai *****ku tercinta.
Sesaat pun aku tak pernah menjadi musuh untuk dirimu."



Habis itu kita langsung pada ketawa mambaca "kreativitas" yang sedikit "nakal" ini.
Langsung SK menyuruh saya untuk memposting tulisan puisi tadi di FB, Blog, dll .
Nah , untuk mengurangi kesalahpahaman akibat membaca karya ANEH di atas, saya memberikan narasi awal dan akhir guna menjelaskan duduk perkara yang terjadi.

PUISI ATAU KARYA DI ATAS HANYA UNTUK HIBURAN DAN REHAT SEMATA, PUN KALAU ADA DI ANTARA KITA YANG INGIN MENG-KOPI KARYA TADI UNTUK KEPENTINGAN PRIBADI, PERSONAL, DAN SYAR'I DIIZINKAN SEBEBAS-BEBASNYA.
PENULIS TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS EFEK SAMPING YANG DIDAPAT DARI MEMBACA KARYA INI.


Ku tulis di tengah rasa lapar karena ga ada uang umtuk makan pada,
Ba'da Maghrib..
@Sekre KARISMA tercinta ..

Selasa, 02 Maret 2010

Antara manusia dengan setan ..

Pas lagi ngorek-ngorek file lama, ternyata saya menemukan tulisan yang begitu menohok saya sebagai manusia yang -saya akui- masih jauh dari kategori baik dan berakhlak mulia. Saya mencoba menceritakan kembali apa yang ada di file itu. Semoga bisa menjadi pengingat untuk saya pribadi khususnya dan kita semua.


Dikisahkan ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali persahabatan. Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, "Orang ini memang pantas menjadi sahabatku!" Begitu juga ketika waktu dzuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin, " Rupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti!"
Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam.

Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu. Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, "Wahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita !"

Dengan keheranan manusia ini bertanya, "Kenapa engkau ingkar janji; bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat ?". "Aku takut !", jawab setan dengan suara gemetar. "Nenek moyangku saja yang dulu hanya sekali membangkang pada perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh sujud (hormat) pada Adam, telah dilaknat-Nya; apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang perintah-Nya. Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu !", kata setan sambil ngeloyor pergi.