Sedikit berbagi ya kawan, tentang sejarah sepak bola negeri ini. Apalagi sebentar lagi organisasi induk sepak bola kita yang sudah cukup sepuh akan melangsungkan konggres yang dimana salah satu agendanya adalah memilih (atau melanggengkan ya?) Ketua Umum PSSI periode mendatang.
Meski saat ini negeri kita sedang minim prestasi, sarat isu tak sedap, apalagi terkait dugaan koruPSSI, wah sangat memprihatinkan. Ditambah melihat negara yang begitu besar animonya terhadap sepak bola ternyata telah lama jatuh dalam lubang keterpurukan yang dalam. Selain itu yang memprihatinkan juga adalah seakan negeri ini sudah tidak percaya akan putra-putra bangsanya sampai-sampai harus men-impor pemain luar sebagai pemain kita. Sudah separah itukah?
Hanya saja kawan, bola itu bundar dan berputar. Kita pernah bangga akan prestasi negeri ini, kita pernah disegani. Meski kini kita dianggap sebelah mata atau malah tidak dianggap, bukan tidak mungkin status Macan Asia akan bisa kembali kita buktikan, tentu dengan prestasi-prestasi yang membanggakan.
Yuk sedikit bernostalgia, akan masa-masa indah sepak bola yang kita punya.
- Piala Dunia 1938 di Prancis, pada piala dunia kali ini kita boleh berbangga, bahkan kalau kita melihat situs FIFA dan melihat page tentang Indonesia di sana kita akan melihat bahwa sejarah pernah mencatat kalau Indonesia (dulu bernama Hindia-Belanda) pernah menjejakkan kaki di sana sebagai peserta. Yah, memang kita memakai nama NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie), tetapi tetap diisi oleh beberapa orang prbumi kok. Meski langsung harus pulang setelah kekalahan telak dari Hungaria, tetapi sekali lagi kita boleh berbangga, kita negara Asia PERTAMA di Piala Dunia.
- Olimpiade Melbourne 1956, pada ajang ini memang kita tidak juara, tetapi kita boleh berbangga kalau negara kita berhasil menahan raksasa Eropa Uni Sovyet yang masih diperkuat oleh kiper terbaik sepanjang masa Lev Yashin 0-0. Tim besutan pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacknik ini berhasil menunjukkan semangat juang yang tinggi meski pada pertandingan ulang setelahnya kita harus mengakui keunggulan lawan 0-4.
- Asian Games Jepang 1958, masih dilatih oleh pelatih yang sama, dua tauh kemudian Indonesia berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Asian Games. Cukup berharga dan menjadi sejarah, karena ini adalah medali pertama negeri kita dalam ajang resmi internasional. :)
- Sea Games Jakarta 1987, kali ini Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi saksi sejarah kita. Setelah berhasil menjadi juara sepak bola Sea Games selepas berhasil mengalahkan Malaysia melalui gol tunggal dari Ribut Waidi. :)
- Sea Games Manila 1991, di tahun ini Indonesia berhasil meraih medali emas untuk kali kedua setelah pertarungan sengit menghadapi Thailand yang dimenangkan melalui babak adu pinalti 4-3.
- Piala Asia UEA 1996, inilah ajang pertama kita tampil di piala Asia. Tampil dengan cukup mengejutkan setelah menahan imbang Kuwait yang merupakan juara Piala Teluk 2-2. tidak hanya itu, gol dari pemain Indonesia, Widodo Cahyono Putra, dinobatkan sebagai gol tercantik Piala Asia 1996.
- Piala Asia Cina 2004, di ajang ketiga Indonesia pada Piala asia ini kembali sejarah terjadi. Setelah mencatat kemenangan pertamanya ketika melawan Qatar 2-1. Meski pasukan Ivan Kolev ini kembali gagal lolos ke perempat final.
- Piala Asia Indonesia 2007, masih hangat diingat ketika publik membanjiri Stadion Gelora Bung Karno setelah Indonesia meraih kemenangan keduanya di ajang Piala Asia 2-1 melawan Bahrain. Bahkan kita kembali bangga ketika Ellie Aiboy mencetak gol indah ke gawang Arab Saudi meski kita kembali gagal lolos ke babak kedua setelah harus menyerah 0-1 dari Korea Selatan.
- Piala Kemerdekaan 2008, Indonesia menjadi juara setelah berhasil unggul 1-0 dan Libya menolak melanjutkan permainan. Terakhir kali Indonesia juara Piala Kemerdekaan adalah ketika tahun 1961 dan 1962.
- Piala AFF 2010, ini yang paling mengesankan dan membangkitkan nasionalisme kita. Setelah penampilan mengesankan dari timnas dimana berhasil menyapu bersih kemenangan di fase grup dan melumat Filiphina. Peluang juara terbuka lebar ketika Indonesia dihadapkan dengan Malaysia yang lolos dari fase grup setelah dibantai 1-5 dan 'ditolong' oleh Indonesia ketika timnas kita berhasil mengalahkan Thailand. Namun apa daya, permainan kurang impresif di kandang lawan membuat kita harus menelan kekalahan satu-satunya di ajang ini debgab skor 0-3, dan hanya mampu membalas dengan skor 2-1 di Jakarta. Alhasil gelar juara kembali hanya mimpi.
Itulah sepuluh 'prestasi' dari sekian lama perhelatan kita di dunia sepak bola menurut saya. Sedikit memang, dan tentu tidak bisa dibandingkan dengan Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Iran, dan tim-tim kuat lainnya. Namun bukan tidak mungkin suatu saat nanti kita kan seperti atau lebih baik dari mereka. Bukanlah mimpi kalau kita tampil atau menjuarai Piala Dunia. Juga bukanlah angan kalau negeri ini sepak bolanya kembali membanggakan. Tergantung bagaimana langkah kita ke depan, tentu dengan proses pembinaan yang baik dan mimpi yang senantiasa berkembanglah segala harapan menjadi kenyataan, tentunya tanpa melupakan doa kita pada Allah semata.
Tetaplah percaya dan berusaha, harapan belum sirna, harapan itu MASIH ADA! :)



